Konsep Rancangan Kampanye KPU selama 21 Hari

Jakarta, BERITA PEMILU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai merancang konsep jadwal kampanye rapat umum Pemilu Serentak 2019 bersama KPU Provinsi se-Indonesia, di Jakarta Senin (5/11/2018). Jenis kampanye tersebut sesuai aturan yang diselenggarakan selama 21 hari menjelang hari tenang pemilu atau 24 Maret-13 April 2019.

Menurut Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan, konsep rancangan kampanye pentingnya untuk disusun secara partisipatif bersama KPU provinsi dan lebih ideal lagi bersama KPU kabupaten/kota. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan yaitu aspek keamanan mengingat kampanye rapat umum diselenggarakan di ruang terbuka dan diikuti oleh banyak massa pendukung.

“Kampanye ini tidak dilaksanakan dalam ruang hampa, sehingga potensi gangguan keamanan itu perlu mendapat perhatian serius dalam penyusunan jadwal kampanye. Pihak Intelkam Polri sudah memberi saran agar jadwal kampanye tersebut berbasis waktu, bukan daerah, untuk meminimalisir ada titik temu antar pendukung capres cawapres,” tutur Wahyu di depan perwakilan KPU Provinsi se-Indonesia.

Wahyu juga menjelaskan, kampanye ada tiga jenis, yaitu kampanye capres cawapres, kampanye partai politik (parpol) untuk DPR dan DPRD, serta kampanye calon anggota DPD. Namun, Undang-undang (UU) juga membolehkan parpol atau gabungan parpol untuk turut mengampanyekan capres cawapres, bahkan dalam surat suara pilpres nantinya ada kolom keterangan parpol atau gabungan parpol yang mencalonkan. Terkait kampanye DPD, KPU juga akan membuat keputusan aturannya bagaimana, mengingat putusan MK yang membolehkan pengurus parpol menjadi calon Anggota DPD.

“Terkait jadwal kampanye dengan basis dapil, ini menjadi sulit terwujud untuk meminimalisir titik temu dua pendukung capres cawapres, sehingga KPU ada konsep zona kepulauan. Misalnya, zona Sumatera dan Jawa, zona Kalimantan dan Sulawesi, zona Bali dan NTT-NTB, dan zona Papua dan Maluku-Maluku Utara, sehingga pelaksanaan kampanye terpisah lautan untuk menghindari titik temu tersebut,” gagas Wahyu.

Kampanye dengan basis dapil ini sulit terwujud, karena banyaknya dapil itu. Maka gabungan pulau-pulau seminimalisir menghindari titik temu 2 pendukung. Misalnya dengan zona 1, Sumatera, Jawa-Madura, lalu Kalimantan – Sulawesi. Hari-hari besar agama sebisa mungkin juga bis amenjadi hari libur kampanye, agar masyarakat bs melakukan hari besar keagamaannya lbh khsuus tidak terganggu aktivitas kampanye.

Baca juga :  Sosialisasi dan Simulasi Klik Pemesanan Katalog Sampul

Semangat KPU itu untuk menjaga kepentingan peserta pemilu yang menjadi utama dengan tetap mengedepankan adil dan setara, tambah Wahyu. Terkait hari besar keagamaan, KPU juga sepakat bahwa hari tersebut bisa diliburkan dari aktivitas kampanye, sehingga hiruk pikuk kampanye tidak mengganggu kekhusyukan umat beragama menjalankan ibadah di hari besar agamanya.

Berkaitan dengan : Pengadaan Logistik Profesional dan Bertanggungjawab

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Teknis dan Hupmas Nur Syarifah (Inung) juga meminta kepada semua KPU Provinsi yang hadir untuk mencoba mensimulasikan rancangan konsep jadwal kampanye tersebut. Terdapat faktor hari, provinsi, dan zona-zona, dengan 16 parpol nasional dan khusus Aceh 20 parpol dengan 4 parpol lokal, sehingga dapat melahirkan rekomendasi-rekomendasi untuk kebijakan KPU RI.(hupmas kpu Arf/foto: Ieam/ed diR)
kpu.go.id

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

One thought on “Konsep Rancangan Kampanye KPU selama 21 Hari”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Site Stats
DMCA.com Protection Status http://addurl.nu